Digandeng Dhito di Pilbup Kediri, Dewi Mariya Ulfa Angkat Kaki dari PKB

 



 KEDIRI, tipikornews.net - Setelah digandeng kembali oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di pemilihan kepala daerah (pilkada) November nanti, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa akhirnya mengambil sikap politik.

Perempuan yang menjabat Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri itu menyatakan mundur dari partai berlambang bintang sembilan itu.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, surat pengunduran diri Dewi dikirim ke DPC PKB Kabupaten Kediri pada Jumat (9/8) lalu.

Sayang, perempuan yang juga ketua Fatayat Kabupaten Kediri itu belum bersedia bicara tentang pengunduran dirinya tersebut. “Pangestunipun,” jawabnya pendek.

Terpisah, Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri Sentot Djamaluddin yang dikonfirmasi tentang pengunduran diri Dewi membenarkannya.

Meski demikian, seolah kompak dengan Dewi, dia juga hanya memberi jawaban pendek. “Ya (mundur dari PKB, Red),” tulis Sentot pendek.

Selebihnya, pria yang kemarin sore tengah dalam perjalanan dari Jakarta ke Kabupaten Kediri itu juga belum memberi penjelasan lebih lanjut. Sumber media ini menyebutkan, hubungan Dewi dengan PKB mulai renggang setelah PKB santer disebut mengusung Owner Tajimas Group Deny Widyanarko dan Ketua Muslimat Kabupaten Kediri Mudawamah di pilkada.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri Mudhofir yang dikonfirmasi tentang pengunduran diri Dewi menyebut, dirinya sudah mengetahuinya. Meski, dia belum membaca langsung surat pengunduran diri Dewi.

“Saya ini sedang dari Surabaya. Kemarin (9/8) juga baru dari luar kota. Belum sempat ke kantor PKB,” lanjutnya.

Dikatakan Mudhofir, sejak sebulan lalu menurutnya Ketua DPC PKB Sentot Djamaluddin sudah menyarankan pada Dewi agar mengundurkan diri dari PKB. Yakni, saat PKB memastikan mengusung Deny Widyanarko di pilkada

“Tapi kayaknya Mbak Dewi belum berkenan (mundur, Red),” tutur Mudhofir.

Rupanya, Dewi baru mantap mengundurkan diri dari PKB setelah dia mendapat rekomendasi dari Demokrat bersama Bupati Hanindhito Himawan Pramana pada Kamis (8/8) lalu.

Dengan mundurnya Dewi dari PKB, otomatis tidak ada lagi yang merintangi langkahnya untuk maju kembali di pilkada tahun ini bersama Dhito. Sebab, jika masih berada di PKB berarti dia harus mendukung pasangan Deny-Mudawamah yang diusung di pilkada November nanti.

Seperti diberitakan, sebelumnya Dhito sudah mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rekom dari dua partai tersebut masih belum menyebutkan nama pasangan.

Adapun rekomendasi dari Partai Demokrat yang diserahkan oleh Ketum Agus Harimurti Yudhoyono pada Kamis lalu langsung menyebut nama pasangan. Yakni, Dhito dan Dewi.

Sumber media ini menyebut, selain rekom dari Demokrat, rekom dari beberapa partai lain akan langsung menyebutkan pasangan.

“Dalam waktu dekat akan ada rekomendasi dari beberapa partai yang sudah pasangan,” tutur sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan tersebut.

Untuk diketahui, jika Dhito-Dewi sudah mengantongi rekom dari tiga parpol,

Deny-Mudawamah juga sudah mengantongi dukungan yang cukup untuk melaju di pilkada.

Sebab, keduanya diusung oleh PKB yang memiliki sembilan kursi dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang memiliki empat kursi. Sehingga, total mendapat 13 kursi atau sudah melewati batas minimal pengusungan sebanyak 10 kursi.(Red.N)

 

Posting Komentar

0 Komentar