KEDIRI, tipikornews.net - Asap kehitaman diikuti bara api kemerahan di pabrik pres plastik Jumat (9/8) sore lalu, sempat membuyarkan persiapan warga melaksanakan salat Maghrib.
Mereka langsung menghambur ke pabrik yang terletak di Dusun Balong, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem itu. Kemudian, berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30
Saat itu, kondisi pabrik yang sekaligus difungsikan sebagai gudang, milik Ali Ikhsan, 57, warga Jl Letjen Suprapto, Kelurahan Burengan, Pesantren, Kota Kediri itu sedang kosong.
“Saat kejadian, bapak (Ali, Red) sedang ada di rumah (Burengan, Red),” kata Lilik, istri Ali, ditemui di lokasi kejadian Jumat malam lalu.
Saat sedang bersiap salat Maghrib, menurut Lilik suaminya dikejutkan dengan telepon dari karyawannya.
“Diberitahu kalau gudang Balong terbakar,” lanjut Lilik menceritakan kepanikan yang terjadi di ujung sore tersebut.
Kontan saja, Ali langsung mengajak Lilik ke pabrik mereka. Saat tiba di lokasi, api sudah membumbung tinggi. Di sana, enam unit mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) dari Kabupaten dan Kota Kediri sedang berusaha menjinakkan api.
Lebih jauh Lilik menuturkan, sebelum insiden kebakaran, Minto, 61, karyawan Ali sempat datang ke gudang.
Dia membukakan pintu gerbang karena Musliman, 65, pekerja lainnya hendak memasukkan mobil Suzuki Carry pikap ke dalam gudang.
Namun, Minto dan Musliman tidak lama berada di dalam gudang. Setelah mobil dimasukkan, mereka beranjak pergi. Pintu pabrik pun dikunci. Minto yang tinggal hanya berjarak sekitar 100 meter dari pabrik itu pun langsung pulang.
Saat menginjakkan kaki di rumah, dia melihat asap hitam diikuti bara api kemerahan dari arah gudang membumbung tinggi. Menyadari jika tempat kerjanya terbakar, dia langsung mengecek.
Setelah mengetahui pabrik dan gudang itu benar-benar terbakar, dia langsung menelepon Ali.
"Api dari arah mesin pres di sebelah gudang. Isinya plastik pres, botol aqua dan plastik gilingan," jelas Lilik
Sementara itu, setelah menjinakkan api selama sekitar dua jam, si jago merah berhasil padam sekitar pukul 19.30.
Setelah dicek, tidak hanya plastik pres dan bangunan saja yang dilalap api. Melainkan, satu unit truk yang ada di dalam pabrik ikut terbakar.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Ali dan Lilik mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta.
“Mesin ikut terbakar. Plastik pres-presan sejak dua hari juga belum dijual. Kalau truknya memang sudah lama tidak beroperasi,” papar Lilik
Terpisah, Kapolsek Ngasem Iptu Ardian Wahyudi melalui Kanit Reskrim Polsek Ngasem Aipda Oni Rudi menduga bencana kebakaran di pabrik pres plastik itu akibat korsleting. Hubungan arus pendek listrik terjadi di mesin pres.
"Diduga adanya korsleting listrik di area mesin pres," tandas Oni.(Red.N)

0 Komentar