Surabaya, tipikornews.net – Nasib apes menimpa ND, seorang mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berusia 18 tahun, yang menjadi korban penjambretan di kawasan kampusnya, Kamis (12/9/2024). Peristiwa tersebut terjadi saat ND sedang dalam perjalanan pulang menuju tempat kosnya setelah memesan ojek online (Ojol).
Menurut ND, insiden tersebut terjadi saat ia menunggu ojol di area Medical Centre ITS, Jalan Arief Rahman Hakim. ND mengungkapkan bahwa ia telah memesan ojol untuk menuju sebuah bengkel guna mengambil motornya. Sementara ia sedang menunggu, tiba-tiba pelaku datang dan merampas barang-barangnya dengan kekerasan.
Kejadian tersebut membuat ND kehilangan barang berharga dan mengalami trauma. Pihak kepolisian setempat segera meluncurkan penyelidikan untuk memburu pelaku penjambretan. Kapolsek setempat, AKP Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan informasi dan melakukan pencarian berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami tengah melakukan upaya maksimal untuk menemukan pelaku dan mengamankan barang bukti. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan melaporkan kejadian serupa agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKP Santoso.
Sementara itu, ND berharap agar pelaku segera ditangkap dan kasusnya dapat segera terpecahkan. Pihak kampus ITS juga memberikan dukungan dan bantuan kepada ND serta mengimbau mahasiswa untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat menunggu transportasi di malam hari.
Dengan kejadian ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat dan mahasiswa untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap potensi kejahatan, terutama di area yang sering dilalui dan pada malam hari.
"Di sana, saya sempat ngefotoin (memberi kabar) ke ketua kelas saya. Teman saya yang lain juga sempat telepon, nanya saya di mana. Lalu setelahnya, saya juga video call ibu saya, dan bilang lagi nunggu ojol," kata ND saat Minggu (15/9/2024)Korban sempat melawan saat HP-nya dijambret pelaku. Ia berusaha menarik HP miliknya dari pelaku. Namun, kalah kuat.
"Akhirnya HP-nya saya lepas. Lalu saya sempat kejar pelaku. Saya juga teriak 'tolong-tolong HP saya dicopet', tapi nggak ada yang nolong, saya terus kejar sambil lari," katanya.
Dalam pengejaran itu, pelaku justru putar balik dan menjumpai rekannya yang membawa motor. Pelaku pun langsung menaiki motor itu. Pelaku juga mengeluarkan senjata tajam.
"Dari arah belakang ada mobil bunyiin sirine. Saya kira sudah aman, saya kira bakal pada nutup jalan karena motor dan mobil di situ rame banget, jadi saya berhenti lari, saya juga capek," jelas ND.
Namun, pelaku justru berhasil kabur. Usia penjambretan itu, ojol yang dipesannya ternyata sempat menghubungi ibu ND.
"Kan nomor di akun ojol saya kesambung di HP ibu, jadinya ibu saya yang ngangkat teleponnya, ojolnya nyari saya nggak bisa," ungkapnya.
Sang ibu pun khawatir. Begitu pula dengan teman-teman ND.
"Teman-teman saya langsung cari. Saya juga dibantu orang-orang di sekitar sana. Lalu saya kembali ke kos untuk back up data-data di HP, lalu malam harinya, saya buat laporan ke polsek," ujarnya.
Sementara pelaku penjambretan tersebut saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. "Pelaku masih diselidiki," jawab Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Patra Negara. (Red.N)

0 Komentar