Kisah Bu Siti Jadi Inspirasi ‘Warung Berkah’ Pengusaha Surabaya

 


Surabaya,  tipikornews.net – Shandy Purnamasari, pendiri MS GLOW dan pengusaha asal Surabaya, meluncurkan program sosial bernama Warung Berkah. Program ini bertujuan membeli makanan dari warung kecil dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan.

Ide ini muncul ketika Shandy, yang sedang hamil dan ngidam makanan warteg, memutuskan untuk berbagi makanan setiap Jumat di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Program ini terinspirasi oleh Bu Siti, pemilik warteg di Jakarta, yang telah menjalankan usahanya di Jalan Bangka 8c selama lebih dari 35 tahun.

Bu Siti tak hanya menyediakan makanan bagi pelanggannya, tetapi juga sering membantu mereka yang kurang mampu dengan memberi makanan gratis. Ketika ada orang yang datang ke wartegnya tanpa uang, Bu Siti tidak ragu untuk tetap menyajikan makanan dengan sepenuh hati. 

“Saya percaya, rezeki itu harus dibagi. Orang datang ke sini kadang bawa masalah, saya kasih makan. Setidaknya bisa bantu meringankan,” ujar Bu Siti. 

Kisah Bu Siti inilah yang sering berbagi di tengah kesulitan hidup ini menarik perhatian banyak orang, termasuk Shandy Purnamasari. 

Bu Siti menjadi salah satu pemilik warung yang berpartisipasi dalam program Warung Berkah di Jakarta Selatan. Setiap Jumat, seluruh makanan di warteg pilihan diborong oleh Shandy dan timnya, kemudian dibagikan secara gratis kepada orang-orang yang kurang mampu di sekitarnya.

 Program ini tidak hanya memberikan makanan kepada yang membutuhkan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pemilik rumah makan kecil seperti Bu Siti untuk memperluas pengaruh baiknya kepada lebih banyak orang. 

Bagi Bu Siti, program ini merupakan wujud nyata dari kebaikan yang terus berputar. “Saya senang banget bisa ikut program ini. Bisa bantu lebih banyak orang, dan rezeki warung saya juga lancar. Alhamdulillah,” tuturnya. 

Tak hanya berdampak pada penerima makanan gratis, program Warung Berkah juga memberikan dampak langsung pada kehidupan pemilik warteg. Warteg Bu Siti yang awalnya sederhana kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk merasakan kebaikan yang ditawarkan oleh sang pemilik. 

“Mungkin warteg saya kecil, tapi kalau bisa bikin orang lain kenyang dan bahagia, itu sudah cukup buat saya,” pungkasnya. 

(Red.N)

Posting Komentar

0 Komentar