KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus mengupayakan revitalisasi Pasar Campurejo sebagai langkah meningkatkan kenyamanan dan keamanan fasilitas perdagangan tradisional. Untuk mewujudkan proyek tersebut, Pemkot telah mengusulkan anggaran sekitar Rp14 miliar kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melalui skema bantuan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan bahwa usulan rencana anggaran biaya (RAB) telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Namun, hingga kini besaran anggaran yang nantinya akan disetujui masih belum dapat dipastikan.
"Yang jelas kami sudah mengajukan usulan RAB sekitar Rp14 miliar. Tetapi realisasi anggaran yang akan diberikan masih belum diketahui karena seluruhnya bergantung pada keputusan pemerintah pusat," ujar Ridwan.
Sebagai bagian dari proses pengajuan, tim dari Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Kota Kediri telah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Campurejo pada Juni lalu. Dari hasil evaluasi lapangan, kondisi teknis bangunan dinilai memenuhi syarat untuk direvitalisasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa dokumen administrasi yang harus dilengkapi sebelum proses pengajuan dapat dilanjutkan.
"Secara teknis tidak ada persoalan. Yang masih perlu kami lengkapi adalah persyaratan administrasinya," jelasnya.
Pemkot Kediri berharap revitalisasi dapat mulai dilaksanakan pada 2027. Meski demikian, Ridwan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Perdagangan terkait waktu pelaksanaan maupun besaran bantuan anggaran yang akan dikucurkan.
"Harapan kami revitalisasi bisa dimulai tahun depan. Tetapi sampai sekarang belum ada keputusan final karena proses pengajuan masih berlangsung," katanya.
Kondisi Pasar Campurejo yang telah beroperasi sejak 1997 memang dinilai sudah membutuhkan pembenahan menyeluruh. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat usia. Atap di beberapa titik mulai rapuh, sementara struktur kayu penyangga juga menunjukkan tanda-tanda pelapukan sehingga memerlukan penanganan demi menjaga keselamatan pedagang dan pengunjung.
Saat ini Pasar Campurejo menjadi tempat berjualan bagi sekitar 170 pedagang yang menempati area seluas lebih dari 4.000 meter persegi. Lokasinya yang berada di kawasan pendidikan, pondok pesantren, serta permukiman warga menjadikan pasar tersebut sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah barat Kota Kediri.
Ridwan menilai posisi Pasar Campurejo sangat strategis karena melayani kebutuhan masyarakat di kawasan yang cukup padat serta memiliki jarak yang relatif jauh dari pasar tradisional lainnya.
"Lokasinya sangat potensial. Selain dekat kawasan pendidikan dan pondok pesantren, pasar ini juga menjadi tumpuan masyarakat karena letaknya cukup jauh dari pasar tradisional lain," ungkapnya.
Rencana revitalisasi tersebut disambut positif para pedagang. Sri (48), salah seorang pedagang, mengaku kondisi bangunan pasar memang sudah lama memerlukan perbaikan.
Menurut warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto itu, beberapa bagian atap bahkan terlihat hampir roboh, sementara sejumlah konstruksi kayu mulai lapuk dimakan usia.
"Ada bagian atap yang hampir roboh dan kayu-kayunya juga sudah banyak yang lapuk. Jadi memang sudah waktunya diperbaiki," tuturnya.
Meski mendukung program revitalisasi, Sri mengaku menyimpan kekhawatiran apabila selama proses pembangunan para pedagang harus direlokasi ke tempat sementara. Ia khawatir perpindahan lokasi akan berdampak pada penurunan jumlah pelanggan dan omzet penjualan.
"Senang kalau pasarnya diperbaiki, tetapi kalau nanti harus direlokasi kami juga khawatir pelanggan tidak tahu tempat baru atau malah beralih ke pedagang lain," pungkasnya.(red/lis)
0 Komentar