"Proses penetrasi EV butuh waktu. Terkait banyak hal, mulai dari kebiasaan konsumen hingga ketersediaan sarana dan prasarana," ujar Ahmad di Cikarang, Jawa Barat, baru-baru ini.
Honda masih menjadi penguasa pasar sepeda motor di Indonesia dengan penjualan 4,6 juta unit pada periode Januari-November 2024, dibandingkan total pasar nasional yang mencapai 5,9 juta unit. Namun, motor listrik hanya menyumbang porsi kecil. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan motor listrik nasional tahun ini mencapai 70 ribu unit, jumlah yang sangat kecil dibandingkan motor bensin.
"Harga motor listrik saat ini belum bisa bersaing dengan motor bensin dalam hal performa maupun efisiensi biaya. Selain itu, keterbatasan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan besar," jelas Ahmad.
Motor listrik juga belum dianggap sebagai kendaraan utama oleh banyak konsumen. Menurut Ahmad, pola pembelian motor listrik lebih menyerupai mobil listrik, di mana kendaraan listrik biasanya bukan pembelian pertama, melainkan tambahan untuk rumah tangga yang sudah memiliki kendaraan lain.
"Kami sudah punya sistem baterai swap dan 1.200 e: Shop untuk mendukung layanan motor listrik Honda. Ini adalah langkah awal untuk memperluas infrastruktur EV di Indonesia," tambah Ahmad.
Ke depan, Honda berharap pasar motor listrik di Indonesia akan berkembang seiring dengan perbaikan infrastruktur dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan. Namun, transisi ini akan berlangsung bertahap dan membutuhkan kerja sama antara produsen, pemerintah, dan konsumen.(red.k)

0 Komentar