KABUPATEN KEDIRI, tipikor.web.id – Dugaan penyalahgunaan anggaran administrasi yang disalurkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kediri kepada KONI Kabupaten Kediri, tanpa melalui PSSI, menjadi sorotan berbagai pihak. Hal ini mendorong ALIANSI LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT KEDIRI RAYA untuk melakukan audensi dengan pihak KONI pada Rabu (5/2). Sayangnya, dalam pertemuan yang diwakili oleh Humas KONI, Bapak Bimo, karena Ketua KONI sedang tidak berada di tempat untuk mempersiapkan pertandingan atlet Porprov, tidak ada titik temu yang tercapai. Selain itu, tidak ada perwakilan dari Persedikab Kabupaten Kediri yang hadir.
Siti Isminah, perwakilan LSM Srikandi, menegaskan, "Jika masalah ini tidak segera ditangani, kami akan melakukan aksi damai besar-besaran, mengingat klub sepak bola kebanggaan warga Kabupaten Kediri, Persedikab, gagal mencapai harapan meskipun telah mendapatkan anggaran administrasi sebesar 3 milyar rupiah."
Siti juga mengungkapkan bahwa Dentama Ardiratna, Manager Persedikab, mengakui masalah dengan turunnya prestasi tim setelah dihubungi melalui WhatsApp.
Dugaan penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran ini mengemuka setelah prestasi buruk yang diraih Persedikab dalam kompetisi Liga 4 PSSI Nasional, meskipun dana sebesar 3 milyar rupiah telah dikeluarkan untuk tim tersebut.
Di tempat yang berbeda, sejumlah LSM dan media yang mencoba mengonfirmasi Persedikab Kediri tidak mendapatkan informasi lebih lanjut, karena kantor sekretariat Persedikab tutup dan hanya bertemu dengan penjaga kantor. (Red.C)
.jpg)
0 Komentar