Kediri – Kondisi memprihatinkan yang dialami Umi Khoiriyah, 63, warga Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, mendapat perhatian langsung dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Setelah mengetahui kondisi lansia yang tinggal di rumah hampir roboh tersebut, Dhito mendatangi kediaman Umi pada Kamis (23/7).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kediri berdialog langsung dengan Umi dan keluarganya untuk mengetahui kondisi yang mereka alami. Dari hasil pertemuan itu, Dhito meminta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) segera melakukan pendampingan.
Salah satu perhatian utama adalah kondisi kesehatan Umi yang memiliki riwayat stroke. Dhito meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara berkala agar kondisi lansia tersebut mendapat penanganan yang tepat.
Selain kesehatan, Bupati juga menyoroti kondisi ekonomi keluarga. Anak Umi, Samuel Paulus, 38, diketahui sudah tidak bekerja selama empat bulan. Dhito kemudian meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri membantu mencarikan solusi agar Samuel dapat kembali memperoleh pekerjaan.
"Untuk anaknya yang sudah tidak bekerja empat bulan di usia produktif, saya suruh segera bekerja. Kadisnaker juga sudah saya tugasi," ujar Dhito.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada cucu Umi yang harus berhenti sekolah. Bupati mengarahkan agar anak tersebut mengikuti program kejar paket A sehingga tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
"Nanti tahun depan bisa masuk ke SMP," kata Dhito.
Sebelumnya, kondisi rumah Umi Khoiriyah yang nyaris roboh sempat menjadi perhatian masyarakat. Warga sekitar secara gotong royong membantu memperbaiki rumah tersebut dengan material seadanya agar tempat tinggal itu tetap bisa digunakan.
Mendengar kondisi tersebut, Bupati Kediri langsung meminta jajarannya melakukan penanganan lanjutan untuk membantu keluarga tersebut.
Sementara itu, Samuel Paulus mengungkapkan, anaknya terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena terkendala persoalan administrasi kependudukan. Pernikahannya yang berbeda agama membuat kedua anaknya belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Samuel mengaku belum mengurus dokumen kependudukan tersebut karena keterbatasan informasi dan sarana. Setelah bercerai pada 2020, ia harus membagi waktu untuk merawat dua anak sekaligus menjaga ibunya yang sedang sakit.
"Saya merawat anak-anak dan jujur tidak tahu cara mengurusnya. Saya pikir pasti rumit," ungkap Samuel.
Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan harapan baru bagi keluarganya untuk memperbaiki kondisi kehidupan.
Melalui penanganan ini, Pemkab Kediri memastikan keluarga Umi Khoiriyah tidak hanya mendapatkan bantuan sementara, tetapi juga pendampingan agar persoalan kesehatan, pekerjaan, dan pendidikan dapat terselesaikan secara berkelanjutan.(red/lis)
0 Komentar