Sritex Terpukul Pailit: Dari Kejayaan Asia Tenggara hingga Jurang Kepailitan

  


Jakarta, tipikornews.net – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), raksasa tekstil kebanggaan Indonesia, resmi dinyatakan pailit setelah kasasi yang diajukan perusahaan ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Keputusan tersebut dikeluarkan pada Rabu (18/12/2024), memperkuat putusan Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang sebelumnya menyatakan perusahaan tidak mampu melunasi utangnya.

Perjalanan Sritex: Dari Pasar Klewer hingga Produsen Tekstil Terbesar

Didirikan oleh HM Lukminto pada 1966 sebagai toko kain di Pasar Klewer, Solo, Sritex berkembang menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Keberhasilannya mencakup pembuatan seragam militer untuk NATO dan berbagai pesanan dari 30 negara, termasuk pakaian militer anti peluru dan anti infra merah. Selain itu, Sritex juga dipercaya oleh merek-merek global seperti ZARA, Guess, dan Timberland untuk memproduksi pakaian mereka.

Namun, kemegahan ini perlahan memudar. Krisis finansial yang melanda perusahaan, termasuk utang sebesar Rp 101,3 miliar kepada PT Indo Bharat Rayon (IBR), menjadi salah satu alasan utama kepailitan.

Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah

Dalam upaya mempertahankan keberlangsungan perusahaan dan mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 50.000 karyawan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan beberapa kementerian untuk menyusun strategi penyelamatan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan kajian mendalam tengah dilakukan untuk menentukan opsi terbaik.

Kasasi Ditolak, Sritex Ajukan PK

Setelah MA menolak kasasi yang diajukan Sritex, status pailit perusahaan ini menjadi berkekuatan hukum tetap. Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menyatakan bahwa pihaknya menghormati putusan tersebut, namun akan terus berjuang melalui jalur hukum dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

"Langkah ini kami ambil tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk 50.000 karyawan dan keluarga besar Sritex," kata Iwan.

Masa Depan Sritex

Meski kini berada di jurang kepailitan, Sritex bertekad untuk terus beroperasi sambil mencari solusi terbaik. Perjalanan panjang perusahaan ini menjadi pengingat akan dinamika dunia bisnis yang tak terduga, bahkan bagi raksasa sekalipun. Keberhasilan atau kegagalan langkah PK yang diajukan akan menjadi penentu arah masa depan Sritex dan ribuan pekerjanya.(red.k)

Posting Komentar

0 Komentar