Kebakaran Hanguskan Kandang BUMDes di Tarokan, Kerugian Capai Rp170 Juta


petugas melakukan pemadaman(photo by radar kediri)

KEDIRI, – Kebakaran melanda kandang kambing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bulusari di Dusun Bulusari Utara, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Kamis (16/7) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan kambing mati terpanggang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp170 juta.

Insiden terjadi di RT 05 RW 02, Dusun Bulusari Utara. Laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Grogol sekitar pukul 05.50 WIB, setelah warga melihat kobaran api membesar dan segera meminta bantuan petugas.

Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, kebakaran diduga dipicu sisa bara api atau diang yang belum benar-benar padam. Bara tersebut diduga menyulut material mudah terbakar di sekitar kandang hingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta ternak yang berada di dalamnya.

Petugas Damkar Kabupaten Kediri langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam dari Pos Grogol berkapasitas 5.000 liter dengan lima personel untuk melakukan pemadaman.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam 45 menit, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 50 ekor kambing milik BUMDes Bulusari tidak berhasil diselamatkan dan mati di dalam kandang. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp170 juta, sementara aset senilai sekitar Rp10 juta masih dapat diselamatkan.

Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan dugaan sementara kebakaran berasal dari sisa bara api yang belum padam sepenuhnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama di musim kemarau ketika kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan memicu kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat memastikan bara maupun sisa pembakaran benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kondisi cuaca saat ini membuat api sangat mudah membesar dan memicu kebakaran," ujarnya.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar