tipikor.my.id, Jakarta - Pengemudi ojek online (ojol) Hasan Syukur (59) yang menjadi korban insiden mobil BYD di Jakarta Selatan, diusulkan untuk menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati. Pemindahan tersebut direncanakan agar Hasan bisa mendapatkan penanganan medis hingga proses pemulihannya selesai.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, usulan pemindahan itu disampaikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat menjenguk Hasan.
“Jadi tadi malam itu Pak Kapolri ngutus Pak Dirlantas sama Karumkit Polri, kebetulan saya dampingin juga, konsultasi sama Rumah Sakit Fatmawati apakah memungkinkan untuk dipindahkan”, ujar Aristo saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Selasa (27/10/2026).
Menurut Aristo, pihak RS Fatmawati menyambut positif rencana tersebut. Meski demikian, kondisi Hasan yang baru menjalani operasi besar membuatnya belum memungkinkan untuk dipindahkan dalam waktu dekat.
Perjalanan darat dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Timur dikhawatirkan menimbulkan guncangan yang berisiko terhadap kondisi pasien. Karena itu, pemindahan masih menunggu rekomendasi dari tim medis RS Fatmawati.
“Namanya dipindah dalam kondisi masih bapak baru tindakan operasi, naik mobil itu kan ya mungkin ada guncangan. Nanti malah kenapa-kenapa, ya belum direkomendasikan oleh Fatmawati, tapi Fatmawati juga mau gitu”, jelas Aristo.
Saat ini, Hasan masih menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU) RS Fatmawati. Kepolisian berencana memindahkannya ke RS Polri Kramat Jati setelah kondisinya dinyatakan stabil oleh tim medis.
Aristo menambahkan, Kapolri telah menjamin dukungan terhadap proses perawatan Hasan di RS Polri, termasuk apabila pasien masih membutuhkan terapi lanjutan setelah menjalani pemulihan awal.
“Supaya penyembuhannya juga tidak tertunda. Misalkan pascapenyembuhan masih ada terapi-terapi apa, itu Pak Kapolri semua itu yang akan menjamin di Rumah Sakit Kramat Jati Polri itu”, katanya.
Kronologi kecelakaan mobil BYD di Jaksel
Sebelumnya, sebuah mobil listrik BYD dilaporkan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, arah Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10/2026) sore.
Pengemudi mobil BYD tersebut diduga kehilangan kendali saat berkendara. Kendaraan itu terlebih dahulu menabrak mobil Honda Brio yang berada di depannya, kemudian bergerak ke kiri hingga menabrak Hasan.
Berdasarkan rekaman kamera dasbor atau dashcam yang beredar di media sosial, Hasan sempat menoleh ke belakang ketika sepeda motornya terkena benturan bagian depan mobil. Ia kemudian terjatuh ke jalan dan terlindas kendaraan tersebut.
Setelah melindas Hasan, mobil BYD itu kembali menabrak mobil listrik lain yang berhenti di sisi kiri jalan. Kendaraan tersebut lalu naik ke trotoar dan menabrak dua mobil lainnya.
Insiden tersebut menyebabkan Hasan mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi dan mendapatkan perawatan intensif di RS Fatmawati. (red.ASM)

0 Komentar