Pemkab Jombang Gelontorkan Rp935 Juta untuk Bangun Kembali Pasar Cukir, Ditarget Rampung Desember


 tipikor.my.id, Jombang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalokasikan anggaran hampir Rp1 miliar untuk membangun kembali Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Total dana yang disiapkan mencapai Rp935.298.000 dengan konsep bangunan semipermanen agar pedagang bisa segera kembali berjualan.

Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait meninjau lokasi kebakaran pada Rabu (28/10/2026). Selain melihat kondisi pasar, rombongan juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk membahas rencana pembangunan kembali pasar yang terbakar.

Dalam pertemuan tersebut, Warsubi menyebut mayoritas pedagang menginginkan bangunan yang bisa segera digunakan untuk berdagang. Mereka tidak mempermasalahkan jika fasilitas yang dibangun belum bersifat permanen, asalkan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan.

“Hasil audiensi, pedagang Pasar Cukir meminta tidak perlu bangunan permanen, yang penting bisa dipergunakan berjualan terlebih dahulu. Sementara kita bangun bangunan semipermanen, dengan listrik dan semuanya ditanggung oleh Pemkab Jombang. Saya instruksikan tadi, kalau sudah oke segera dibuat perencanaan, sehingga dapat dibangun dengan baik,” kata Warsubi.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemkab Jombang akan membangun fasilitas semipermanen yang dilengkapi jaringan listrik dan sarana penunjang lainnya. Percepatan pembangunan menjadi perhatian pemerintah daerah agar para pedagang tidak terlalu lama kehilangan tempat untuk mencari nafkah.

Terlebih, pemerintah menargetkan fasilitas tersebut sudah dapat digunakan menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2027. Warsubi menegaskan pembangunan harus rampung sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, yakni paling lambat akhir Desember 2026.

“Kami minta sampai dengan akhir Desember harus selesai. Saya berharap, saat Hari Raya Idulfitri 2027, semoga uang pedagang yang hilang akibat kebakaran, insyaallah akan dikembalikan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Untuk membiayai pembangunan tersebut, Pemkab Jombang akan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Warsubi juga meminta dinas terkait memastikan kualitas konstruksi tetap diperhatikan, terutama kekuatan atap serta kelayakan fasilitas yang disediakan.

“Dengan dana yang telah disiapkan, kami harap bangunan ini dibangun dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Bangunlah yang baik, dengan atap yang baik dan kuat. Nantinya listrik akan dipasangkan oleh Pemkab Jombang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah telah dilakukan sejak awal kejadian. BPBD bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berupaya mempercepat penanganan dampak kebakaran.

Menurut Wiku, Bupati Jombang telah menginstruksikan BPBD untuk melakukan penanganan awal sekaligus meminta dinas terkait menyusun langkah pemulihan agar pedagang bisa kembali menjalankan usaha.

“Dari awal kejadian, Bupati Jombang memerintahkan BPBD Jombang untuk penanganan kebakaran. Setelah itu Bupati memerintahkan dinas terkait untuk melaksanakan rapat koordinasi penanganan kejadian ini, sehingga pedagang dapat segera beraktivitas dan berjualan,” jelasnya.

Saat ini, proses administrasi penerbitan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat masih berlangsung. Dokumen tersebut menjadi salah satu persyaratan penting dalam pencairan anggaran BTT yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan kembali pasar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, memaparkan bahwa pembangunan dengan anggaran Rp935.298.000 tersebut dirancang menggunakan konstruksi semipermanen. Material yang digunakan akan menyesuaikan kebutuhan teknis dan ketentuan pembangunan.

“Nanti spesifikasi bangunan akan dibuat rangka baja ringan, atap galvalum. Dengan kategori semipermanen, tidak diperkenankan menggunakan pintu rolling door, jadi mungkin nanti dari kalsiboard dan multipleks,” terangnya.

Rencana pembangunan ini disambut positif oleh para pedagang terdampak. Mereka mengapresiasi langkah Pemkab Jombang yang bersedia menanggung kebutuhan fasilitas utama, mulai dari atap, pintu hingga instalasi listrik.

Salah seorang perwakilan pedagang menyampaikan harapannya agar pembangunan segera direalisasikan sehingga mereka bisa kembali berdagang meski menggunakan bangunan sementara.

“Tadi telah disampaikan, listrik, atap, pintu, semua dibiayai oleh pemerintah. Sementara bisa digunakan dengan baik walaupun semipermanen, sehingga dalam dua bulan ini dapat diproses pembangunannya. Terima kasih, Abah Bupati,” ungkapnya.

Sambil menunggu pembangunan selesai, Pemkab Jombang juga memberikan kelonggaran kepada pedagang terdampak untuk menempati sejumlah lapak yang masih kosong. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh penghasilan.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran Pasar Cukir menimbulkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Peristiwa tersebut berdampak pada tiga blok pasar dengan jumlah keseluruhan 54 lapak.

Pembangunan kembali dengan konsep semipermanen ini menjadi langkah awal Pemkab Jombang dalam memulihkan kegiatan ekonomi di Pasar Cukir. Dengan anggaran hampir Rp1 miliar dan target penyelesaian akhir tahun, pemerintah berharap para pedagang dapat segera menempati lapak baru dan kembali menjalankan aktivitas perdagangan. (red.ASM)

Posting Komentar

0 Komentar